Banyaknya perbedaan
kebudayaan dalam suku bangsa bisa menjadi sunber-sunber untuk dapat menyebabkan
terjadinya konflik antara suku-suku bangsa dan golongan pada umumnya dalam
negara-negara yang berkembang seperti negara Indonesia, ada paling sedikit lima
macam:
1.
Konflik bisa terjadi kalo warga dari dua suku-bangsa masing-masing
bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama.
2.
Konflik bisa terjadi kalo warga dari satu suku-bangsa mencoba
memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku-bangsa
lain.
3.
Konflik yang sama dasrnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya,
bisa terjadi kalo warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep
agamanya terhadap warga dari suku-bangsa lain yang berbeda agama.
4.
Konflik terang akan terjadi kalau satu suku-bangsa berusaha
mendominasi suatu suku-bangsa lain secara politis.
5.
Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku
bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
Potensi untuk bersatu atau paling sedikit untuk
bekerjasama tentu ada dalam tiap-tiap hubungan antara suku bangsa dan golongan.
Potensi itu ada dua, yaitu:
1.
Warga dari dua suku-bangsa yang berbeda dapat saling bekerjasama
secara sosial-ekonomis, kalu mereka masing-masing bisa mendapatkan
lapangan-lapangan mata pencaharian hidup yang berbeda-beda dan yang saling
lenglap-melengkapi. Dalam keadaan saling butuh-membutuhkan itu, akan berkembang
suatu hubungan , yang di dalam ilmu antropologi sering disebut dengan hubungan
simbiotik. Dalam hal itu sikap warga dari satu suku-bangsa terhadap yang lain
dijiwai oleh suasana toleransi.
2.
Warga dari dua suku-bangsa yang berbeda dapat juga hidup
berdampingan tanpa konflik, kalau ada orientasi ke arah suatu golongan ketiga,
yang dapat menetralisasi hubungan antara kedua suku-bangsa tadi.
Realitas suatu
bangsa yang menunjukkan adanya kondisi keanekaragaman budaya, mengarahkan pada
pilihan untuk menganut asas multikulturalisme. Dalam asas multikulturalisme
ada kesadaran bahwa bangsa itu tidak tunggal, tetapi terdiri atas sekian banyak
komponen yang berbeda. Multikluturalisme menekankan prinsip tidak ada
kebudayaan yang tinggi dan tidak ada kebudayaan yang rendah di antara keragaman
budaya tersebut. Semua kebudayaan pada prinsipnya sama-sama ada dan karena itu
harus diperlakukan dalam konteks duduk sama rendah dan berdiri sama
tinggi.
Asas itu pulalah yang diambil oleh Indonesia, yang kemudian
dirumuskan dalam semboyan yaitu “bhineka tunggal ika”.
“Bhinneka Tunggal Ika” merupakan
alat pemersatu bangsa.
Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang
mengungkapkan persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Walaupun
kita terdiri atas berbagai suku yang beranekaragam budaya daerah, namun kita
tetap satu bangsa Indonesia, memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu
bahasa Indonesia dan tanah air Indonesia. Begitu juga bendera kebangsaan merah
putih sebagai lambang identitas bangsa dan kita bersatu padu di bawah falsafah
dan dasar negara Pancasila.
Realitas historis
menunjukkan bahwa bangsa Indonesia berdiri tegak di antara keragaman budaya
yang ada. Salah satu contoh nyata yaitu dengan dipilihnya bahasa Melayu sebagai
akar bahasa persatuan yang kemudian berkembang menjadi bahasa Indonesia. Dengan
kesadaran yang tinggi semua komponen bangsa menyepakati sebuah konsensus
bersama untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan yang dapat
mengatasi sekaligus menjembatani jalinan antarkomponen bangsa.
Adat istiadat, kesenian,
kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang dimiliki oleh suku-suku bangsa yang
ada di Indonesia memang berbeda, namun selain perbedaan suku-suku itu juga
memiliki persamaan antara lain hukum, hak milik tanah, persekutuan, dan
kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan.
Untuk dapat bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat
menyeragamkan pandangan kita dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku bangsa
Indonesia. Pedoman tersebut adalah Pancasila, kita harus dapat meningkatkan
rasa persaudaraan dengan berbagai suku bangsa di Indonesia.
Membiasakan bersahabat dan saling membantu dengan sesama
warga yang ada di lingkungan kita, seperti gotong royong akan dapat memudahkan
tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. Bangsa Indonesia harus merasa satu,
senasib sepenanggungan, sebangsa, dan sehati dalam kekuatan wilayah nasional
dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah.
Dalam pandangan Koentjaraningrat
(1993:5) Indonesia dapat disebut sebagai negara plural terlengkap di
dunia di samping negara Amerika. Di Amerika dikenal semboyan et pluribus
unum, yang mirip dengan bhineka tunggal ika, yang berarti
banyak namun hakikatnya satu.
Semboyan Bhineka Tunggal Ika memang menjadi sangat penting
ditengah beragamnya adat dan budaya Indonesia. Menjadi barang percuma, apabila
semboyan penuh makna tersebut hanya menjadi pelengkap burung garuda penghias
dinding. Bhineka Tunggal Ika bermakna berbeda beda tetapi tetap satu jua,
sebuah semboyan jitu yang terbukti berhasil menyatukan bangsa dengan sejuta
suku, bangsa yang kaya akan ideologi, menjadi sebuah bangsa yang utuh dan
merdeka.
Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk
itu kita harus benar-benar memahami maknanya. Negara kita juga memiliki
alat-alat pemersatu bangsa yang lain, yakni:
1. Dasar Negara Pancasila
1. Dasar Negara Pancasila
2.
Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan
3.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan
4.
Lambang Negara Burung Garuda
5.
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
6.
Lagu-lagu perjuangan
Masih
banyak alat-alat pemersatu bangsa yang sengaja diciptakan agar persatuan dan
kesatuan bangsa tetap terjaga. Bisakah kamu menyebutkan yang lainnya? Persatuan
dalam keragaman memiliki arti yang sangat penting. Persatuan dalam keragaman
harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan hal-hal
sebagai berikut :
1. Kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang
1. Kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang
2.
Pergaulan antarsesama yang lebih akrab
3.
Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah
4.
Pembangunan berjalan lancar
Adapun
sikap yang perlu dikembangkan untuk mewujudkan persatuan dalam keragaman antara
lain:
1.
Tidak memandang rendah suku atau budaya yang lain
2.
Tidak menganggap suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik
3.
Menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak
ternilai harganya
4.
Lebih mengutamakan negara daripada kepentingan daerah atau suku masing-masing
Kita mesti bangga, memiliki suku dan budaya yang beragam. Keragaman suku dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Bangsa asing saja banyak yang berebut belajar budaya daerah kita. Bahkan kita pun sempat kecolongan, budaya asli daerah kita diklaim atau diakui sebagai budaya asli bangsa lain. Karya-karya putra daerah pun juga banyak yang diklaim oleh bangsa lain.
Kita mesti bangga, memiliki suku dan budaya yang beragam. Keragaman suku dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Bangsa asing saja banyak yang berebut belajar budaya daerah kita. Bahkan kita pun sempat kecolongan, budaya asli daerah kita diklaim atau diakui sebagai budaya asli bangsa lain. Karya-karya putra daerah pun juga banyak yang diklaim oleh bangsa lain.






apik bro
BalasHapusneng yo kurang lengkap sitik mas.e
BalasHapusmaturnuwun sanget
BalasHapusMantap
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusig; lip_aa
BalasHapusTerimakasih
BalasHapus